End the Pain Project In The Word

jurusan tuntut ilmu multi-kasus yang diambil dan sifat wawancara mendalam dengan delegasi administrasi proyek senior dari sembilan sistem yang sangat andal yang berilmu dalam mengurus proyek. Temuan aku disajikan untuk mengidentifikasi rentengan temuan utama yang ditentukan sehabis beberapa kali mengalahkan rincian wawancara. Temuan ini memantulkan apa yang terdiri dari poin depan proyek dan apa yang dilakukan administrasi di anasir depan. Beberapa di antaranya di harapkan dari administrasi proyek, sedangkan aku meraih elemen tata usaha front-end yang tidak dalam batas galib dari apa yang dianggap asalkan administrasi proyek tradisional. Temuan-temuan ini menutupi literatur dan mencalonkan ramalan baru, Kalau, membongkar pengaruh gigih seputar pemain non-proyek bermanfaat dan ekonomi dalam menggembleng atau mempengaruhi zarah depan proyek. Serangkaian rangkuman yang dipertimbangkan disajikan bersama dengan rekomendasi untuk ceramah lebih lanjut.

Bagi banyak orang, tata usaha proyek merupakan tentang mengatup suatu usaha ‘tepat waktu, sesuai Pengeluaran, sesuai Lingkup Karena itu, ini merupakan iman yang berorientasi pada eksekusi. Valid, Apabila, Ciri PMBOK®, ‘tubuh pengetahuan’ yang dimanfaatkan oleh konfederasi pacak administrasi proyek paling besar untuk mendefinisikan Kesetiaan, menyantirkan tata usaha proyek jika ‘aplikasi pengetahuan, Bidang, alat, dan ikhtiar untuk jadwal proyek. untuk mengepung persyaratan proyek’ (Project Management Institute, 2013, hal. 5). Lagi pula perspektif ini menawar masalah siapa yang ikutikutan tanggung jawab yang menyetujui persyaratan ini? Siapa yang mengurusi perulangan dan trade-off yang terletak jarak persyaratan ‘ideal’ dan prasaran proyek yang telah tergarap Selengkapnya? Siapa yang mensyaratkan Dugaan, siapa yang menguntukkan target jadwal, siapa yang menggemukkan strategi proyek dan siapa yang mencampuri ancang-ancang dokumentasi proyek yang dipakai untuk kontrak pengerjaan (sanksi)? Bagaimana inovasi di dalam dan di para proyek dipertimbangkan dan dikelola? Siapa yang mengidentifikasi ganjaran urgen dalam proyek? Bagaimana sila dioptimasi saat proposal proyek dikembangkan? Siapa yang menggapil orang tengah keinginan proyek, kapan, dan bagaimana? Apakah penyedia Terbawa-bawa? Siapa yang mencampuri keterlibatan mereka, kapan dan atas dasar apa? Bagaimana tim proyek dipilih dan dibentuk?

Permasalahan sebentuk itu dapat dibungkus menjadi bab yang lebih luas dan lebih besar: apa Tah, dan Biasa saja, peran tata usaha proyek pada tahap awal formatif ‘front-end’ suatu proyek? Bagaimana peran tata usaha proyek berbeda dalam hal tahap definisi front-end di bandingkan dengan tahap pengerjaan hilir?

Makalah ini menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan anutan bahwa makna kita tentang peran Administrasi proyek front-end’ tidak didokumentasikan dengan baik dalam literatur, lamun bukti pentingnya front-end—bahwa banyak hal yang menggelar proyek untuk tidak berhasil bersumber dari keputusan yang dibuat di front-end proyek dan bahwa front-end ialah zarah dari proyek yang memiliki ajal paling besar untuk membuahkan nilai—dan bahwa, terbuka dari pentingnya, masalah tata usaha ‘front-end’ , tanggung jawab, peran, dan perbuatan terlalu sering diabaikan oleh pertanda tata usaha proyek resmi.

Singkatnya, makalah ini melahirkan bahwa praktik tata usaha proyek front-end kurang dipahami dan lebih sering tidak taat dari proyek ke proyek dan antar Wilayah. Jadinya sering meragu dan tidak ada rambu-rambu yang jelas dan efektif tentang hal itu. Catatan yang dilaporkan di sini, yang berujud untuk Menyantirkan, Mengenal, dan mengecek peran tata usaha di front-end, Jangan-jangan, prima facie, berpotensi sangat berguna.

Apa yang bisa kita katakan tentang menggapil front-end?
Apa yang kita maksud dengan front-end? Tidak ada definisi Semata wayang. Untuk niat penjelasan ini, beta beranggapan front-end taruh kata fase awal kemunculan proyek (Morris, 2011). Dalam praktiknya, gaya-gayanya ada dua pemakaian umum dari istilah Tertera. Yang paling sederhana ialah pengumpulan pengguna, sistem, Upaya, dan persyaratan yang lain yang diakhiri dengan penerimaan ‘formal’ oleh penyumbang dan tim proyek dari persyaratan ini. Namun, pada Senyatanya, molekul depan separuh besar proyek menyangkut-nyangkutkan lebih banyak tanggungan daripada yang tersirat.

Front-end, dalam pandangan ke-2 yang lebih luas ini, sering dianggap ‘kabur’ (Kim dan Wilemon, 2002), dan dimulai dengan otorisasi oleh tata usaha atas ongkos waktu, uang, dan upaya untuk mengeataskan definisi proyek. . Tepatnya, penyumbang sebagai spontan atau tata usaha penyumbang yang menghadiahkan otorisasi ini karena pemberi ialah pemegang pertanyaan ikhtiar layaknya tersirat dengan jelas dalam kutipan berikut dari badan orang nomor 1 Inggris yang sangat berpengaruh:

SRO [Pemilik Bertanggung Jawab Senior] yaitu individu yang bertanggung jawab untuk mengesahkan bahwa program pergantian atau proyek menuntaskan tujuannya dan memusakakan kemustajaban yang diproyeksikan. SRO wajib menjadi pemilik total peralihan jalan yang didukung oleh proyek dan patut membenarkan bahwa transfigurasi termasuk memperkokoh fokus bisnisnya, memiliki validitas yang jelas dan bahwa konteksnya, termasuk juga Akibat, dikelola dengan cara aktif. Individu ini perlu senior dan mesti menyita tanggung jawab pribadi untuk kemajuan pengiriman proyek. Mereka patut dipercaya taruh kata pemilik di seluruh Pembenahan. (OGC, 2007, hal. 5)

Ini didasarkan dengan angan-angan bahwa pada suatu saat nanti dalam pembentangan proyek, tawaran yang dianalisa obat lelah dan dimaksimalkan sila bakal diajukan ke penyumbang untuk komitmen (sanksi) pembentangan dan pengiriman penuhnya (Morris, 1994; ICE, 1998) . Front-end dalam konsepsi ini diantisipasi asalkan jalan keluar dengan penerimaan oleh pemberi dokumentasi definisi proyek. Hal ini pun dapat, tentu saja, mogok dengan penyudahan atau pembubaran usaha. Selesei mendapat janji sanksi, sisa tahap peredaran hidup proyek seterusnya dapat dimulai termasuk juga sumur daya/kontrak dan pengadaan; desain; membangun/membuat; serahkan; memelopori fase pemakaian (pertimbangan fase proyek berikutnya beruang di luar jangkauan makalah ini).

Pada prinsipnya, orang mungkin membilang bahwa sekitar besar keefektifan yang tergantung dengan administrasi proyek lazimnya menerapkan tahap apa pun dari peredaran hidup proyek/produk. Ini pada dasarnya yaitu premis di mana Pedoman PMBOK® bekerja, sekiranya (PMI, 2004, 2008). Sedangkan mengingat tidak adanya target proyek yang sulit pada tahap ini Hitungan( jadwal, dll.) dan sifat pembeberan front-end, orang mungkin selaku sah menginginkan administrasi selaku kualitatif berbeda dengan cara signifikan di sini dari eksekusi hilir, adalah dari mana cara hamba untuk administrasi proyek galibnya Mulai sejak. Tidak ada literatur besar yang selaku eksplisit mengeksplorasi sejauh mana hal ini mungkin atau mungkin tidak Berhasil, tetapi Williams et al. (2009), Williams dan Samset (2010), dan Edkins dan Smith (2012) mengeksplorasi sifat spesifik dari darma yang kudu dilakukan di elemen depan proyek. Ada serta komentar lain yang menonton faktor-faktor yang visibel tergantung dengan keberuntungan proyek atau kegagalan proyek. Banyak dari mereka mengetengahkan faktor-faktor yang tergantung dengan front-end semampang hal yang Strategis. Dengan cara kolektif, mereka membuka bahwa pengurusan front-end (a) sangat sering mendesak untuk kesuksesan proyek dengan cara total dan (b) membawa-bawa lebih dari semampunya penunjukan persyaratan (Morris, 2013). Suatu tinjauan singkat dari makalah ini sekarang berikut.

 

joker123
sbobet
PG Slot

Scroll to top